Jumat, 23 Januari 2015

Permen Karet

Bagi anak-anak, kebanyakan dilarang makan permen karet. Alasannya, kalau tertelan, permen karet bisa membelit di usus. Menurut F.X. Wahyurin Mitano, memang kemungkinan tertelan patut diwaspadai orang tua ketika buah hatinya mengulum permen karet. Sebab, balita belum memiliki kemampuan mengulum permen karet sebagaimana orang dewasa. Apalagi, sampai mengeluarkan bubble besar. ”Bila tertelan, bukan membelit usus, tapi dikhawatirkan bisa memengaruhi saluran cerna anak,” jelasnya.
Permen karet yang tertelan, lanjut ahli gizi dari RSUD dr Soetomo itu, memang keluar bersama feses. Sayang, permen karet tersebut tak akan sempurna tecerna oleh usus. ”Ada kemungkinan mengganggu sistem pencernaan. Parahnya, bisa juga mengarah ke komplikasi pada beberapa anak yang memang sistem pencernaannya rentan,” katanya.
Yang patut dijadikan pertimbangan adalah bahan permen.  permen karet biasanya dibuat dari pemanis, perasa, dan bahan sintetis (gum resin). Bahan tersebut akan menyulitkan tubuh untuk mencernanya. Terutama, ginjal.
Misalnya, warna merah dari rhodamin B atau permen berwarna kuning yang menggunakan metal yellow. ”Rhodamin B itu bahan pewarna tekstil. Tentu, bahan itu tak boleh dimanfaatkan sebagai pencampur makanan,” jelasnya. Bila tak hati-hati, bahan tambahan tersebut memicu kanker.
Ada pula yang menggunakan sakarin. Gula buatan itu menghasilkan rasa sangat manis. Sebagian besar menimbulkan rasa pahit atau getir di lidah konsumen. ”Belum lagi tambahan bahan lain berupa asam organik yang memberikan rasa segar buah-buahan. Misalnya, asam sitrat,” tuturnya. Bila berlebihan, lanjut dia, bahan tersebut membahayakan lambung.
Selain itu, ada lagi bahaya permen karet, yaitu :
1. Mengunyah permen karet saat perut kosong
Pada dasarnya, permen karet dapat memfasilitasi ekskresi cairan lambung berlebih. Oleh karena itu, jika seseorang sering mengunyah permen karet dalam keadaan perut kosong, maka ia berisiko mengembangkan gastritis atau maag.
2. Mengunyah permen karet yang mengandung gula
Mengunyah permen karet yang mengandung gula dapat memfasilitasi perkembangan bakteri berbahaya dalam mulut. Perkembangan bakteri di dalam mulut dapat berdampak lebih besar bila tidak diatasi dengan segera.
3. Sering mengunyah permen karet jadi malas sikat gigi
Permen karet hanya membersihkan permukaan gigi dan ini tidak bisa menggantikan fungsi sebenarnya dari pasta gigi dan sikat gigi. Orang yang terbiasa mengunyah permen karet yang juga berfungsi sebagai pasta gigi, biasanya malas untuk menyikat gigi.
4. Terlalu sering mengunyah permen karet dapat menyebabkan peradangan sendi di rahang.
5. Mengunyah permen karet terlalu lama
Gerakan yang berulang-ulang dalam mengunyah permen karet bisa mengarah pada pergerakan otot yang berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya garis-garis atau lipatan di sekitar daerah mulut
Selain itu, terlalu sering mengunyah permen karet menyebabkan aktivitas otot yang berlebihan dan berpotensi memecah jaringan pendukung di bawah kulit. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap hilangnya volume jaringan dan elastisitas kulit.


Metland Rumah Idaman Investasi Masa Depan